Cara membuat QR code WhatsApp dengan pesan otomatis untuk toko Anda
Buat barcode WhatsApp gratis yang langsung membuka chat ke toko Anda dengan pesan siap kirim. Cara menulis nomor, contoh pesan dan tempat memasangnya.
Tim QR Hub · · 4 menit baca
Banyak pembeli lebih suka chat WhatsApp daripada menelepon. Tapi sebelumnya mereka harus menyimpan nomor Anda, mencarinya di kontak, lalu bingung mau menulis apa. Tidak sedikit yang akhirnya batal.
QR code WhatsApp memotong semua langkah itu. Pembeli cukup scan pakai kamera HP, WhatsApp langsung membuka chat ke nomor Anda, dan pesan yang Anda siapkan sudah tertulis. Tinggal tekan kirim. Anda bisa membuatnya gratis di QR Hub dalam sekitar satu menit, tanpa daftar akun.
Cara kerja QR code WhatsApp
WhatsApp punya fitur klik untuk chat (click to chat). Link berbentuk https://wa.me/<nomor> membuka chat ke nomor tersebut, dan jika ditambah ?text= berisi pesan, pesan itu langsung muncul di kolom chat (Pusat Bantuan WhatsApp). Pembeli tidak perlu menyimpan nomor Anda dulu.
Barcode WhatsApp sebenarnya hanyalah link itu di dalam QR code. Alat kami membuatkan link-nya: Anda cukup mengetik nomor dan pesan.
Yang Anda perlukan
- Nomor WhatsApp dengan kode negara, misalnya 62 untuk Indonesia.
- Pesan singkat siap kirim yang memberi tahu Anda apa maksud pembeli (opsional, tapi sangat membantu).
- HP untuk mencoba QR code sebelum dicetak.
Langkah 1: Tulis nomor dengan benar
Di sinilah kesalahan paling sering terjadi. WhatsApp meminta nomor lengkap dalam format internasional, tanpa angka nol, tanda kurung atau tanda hubung di depannya (Pusat Bantuan WhatsApp).
- Mulai dengan kode negara: 62.
- Hapus angka 0 di depan nomor lokal. Nomor 0812-3456-7890 menjadi 6281234567890.
- Jangan tambahkan "00" di depan. Alat kami otomatis menghapus spasi, tanda hubung, tanda kurung, "+" dan "00", tapi tidak bisa menebak kode negara yang lupa ditulis.
Langkah 2: Tambahkan pesan siap kirim
Pesan ini adalah hal pertama yang Anda baca di chat, jadi buat yang berguna untuk Anda dan mudah untuk pembeli. Satu kalimat sudah cukup.
Contoh sesuai jenis usaha:
- Toko atau olshop: "Halo kak, mau order. Barangnya ready?"
- Warung makan atau kafe: "Halo, saya mau pesan untuk diambil."
- Salon atau klinik: "Halo, saya mau booking jadwal."
- Kantong pesan antar atau struk: "Halo, saya mau tanya soal pesanan saya."
- Brosur promo: "Halo kak, saya lihat brosurnya, mau ambil promonya."
Tips: buat QR code berbeda untuk tiap tempat, masing-masing dengan pesannya sendiri. Kalau chat dibuka dengan "saya lihat brosurnya", Anda tahu brosur itu berhasil.
Langkah 3: Buat QR code-nya
- Buka alat QR code WhatsApp gratis di QR Hub.
- Ketik nomor Anda dengan kode negara.
- Ketik pesan siap kirim.
- Tambahkan tulisan bingkai seperti "Chat kami di WhatsApp" atau "Scan untuk order".
Pilih warna yang cocok dengan toko Anda, tapi tetap buat QR code gelap di atas latar terang agar semua HP bisa membacanya. Unduh PNG untuk dicetak sendiri atau dibagikan, atau SVG untuk percetakan karena tetap tajam di ukuran berapa pun.
Langkah 4: Coba dulu sebelum dicetak
Scan QR code dengan HP Anda, sebaiknya dengan satu iPhone dan satu Android. Periksa tiga hal:
- Chat terbuka ke nomor Anda, bukan nomor lain karena salah ketik.
- Pesan siap kirim muncul lengkap.
- Pesan percobaan masuk ke HP atau akun WhatsApp Business yang Anda pakai untuk toko.
Di mana memasangnya
- Di meja kasir dan etalase.
- Di kantong pesan antar, kemasan dan struk, supaya pembeli gampang order lagi.
- Di brosur, poster dan kaca toko, agar orang tetap bisa chat saat toko tutup.
- Di kartu nama dan daftar harga.
- Di label produk, dengan pesan seperti "Saya mau order produk ini lagi".
Untuk kartu di meja kasir, lebar 3–4 cm sudah nyaman. Untuk poster di kaca yang di-scan dari jauh, buat lebih besar. Sisakan pinggiran putih di sekeliling QR code.
Kalau nomor Anda berganti
QR code WhatsApp biasa adalah QR code statis: nomor dan pesan tertulis langsung di dalam polanya. Tidak pernah kedaluwarsa, tapi kalau nomor Anda ganti, QR code yang sudah dicetak tetap membuka nomor lama dan Anda perlu mencetak yang baru.
Kalau nomor atau pesan mungkin berubah, pakai QR code dinamis. QR code ini mengarah ke link pendek yang bisa Anda ubah kapan saja, jadi cetakannya tetap sama. Akun gratis QR Hub sudah termasuk dua QR code dinamis untuk dicoba.
Kesalahan yang sering terjadi
- Lupa kode negara, atau angka 0 di depan masih ditulis.
- Pesan terlalu panjang. Pembeli bisa menghapusnya. Satu kalimat jelas lebih baik.
- Tidak dicoba sebelum mencetak ratusan kantong atau brosur.
- QR code terlalu kecil atau terlalu pucat, atau dicetak di kertas mengilap di bawah lampu terang.
- Memakai nomor pribadi yang mungkin diganti. Nomor khusus toko lebih awet.
Siap? Ketik nomor Anda, tulis satu kalimat ramah, dan pasang QR code WhatsApp di tempat pembeli Anda biasa melihat.
Buat kode QR Anda sekarang
Kode QR statis gratis tanpa daftar dan tanpa kedaluwarsa. Kode yang bisa diedit dengan statistik pemindaian saat Anda butuhkan.
Buat QR ini sekarang